#modyarhood Sensory Play yang menyenangkan bersama Anak

Di tulisan kali ini saya akan bercerita pengalaman yang menyenangkan bermain sensory play bersama Nami. Sebenarnya saya sudah mulai mencoba-coba memperkenalkan Nami dengan beberapa macam sensory play sejak usia 8 bulan. Waktu itu saya mengajak Nami bermain dengan water beads dan saat itu saya merasa Nami cocok dengan jenis permainan ini, hanya saja ya beberapa kali Nami tertangkap basah memasukkan water beads-nya ke mulut.

Lalu di usia Nami menginjak 1 tahun saya mulai kembali memperkenalkan dengan sensory play yang lain yaitu menyelamatkan figur hewan dari dalam es. Saya melihat respon Nami waktu itu sangat sabar menunggu semua es cair, tapiiii…. setelah saya coba beberapa hari yang lalu ternyata Nami malah berbeda responnya. Nami malah kesal dan akhirnya menangis karena tidak bisa melepaskan figur hewan-hewan ini dari es 😂

Tidak sampai di situ. Karena saya masih penasaran dengan respon Nami terhadap sensory play, saya masih mencoba lagi bermain tepung yang sudah saya beri air dan pewarna makanan sehingga teksturnya sedikit kental. Daan…ternyata Nami senang sekali bermain seperti ini. Bahkan saat saya ingin sudahi permainan ini, Nami malah tidak mau berhenti dan akhirnya tantrum. Yaa.. Alasan saya ingin menyudahi permainan ini adalah saya melihat saat itu Nami sudah terlalu lama bermain, Nami juga terlihat sangat kotor dan permainannya tidak terkendali alias tepung warna warni ini sudah tidak berwarna senada, sudah menempel di lantai dan dinding teras rumah :)). Yaa, penilaian saya kali ini salah. Saya pikir dia takut dengan permainan yang sedikit kotor, ternyata sebaliknya..

Bermain lagi dengan tepung warna-warni. Kali ini mainnya di halaman belakang supaya dinding teras rumah aman :))

Nah, dari beberapa jenis sensory play yang saya coba ke Nami memang ada beberapa permainan yang tidak terlalu menarik baginya bahkan cenderung dihindari, seperti bermain beras, kelapa parut kering atau pasta spiral kering yang sudah saya warnai dengan beberapa warna makanan. Saya ajari Nami untuk memindahkannya dengan sendok atau dicampur atau dicampur ke dalam satu wadah, tapi di situ saya melihat Nami tidak terlalu bersemangat. Hanya dicoba beberapa kali tapi setelah itu ditinggalkan dan Nami memilih bermain air di keran garasi (*lagi-lagi bermain di tempat yang basah 🤣).

Ya, kesimpulan saya sementara ini adalah anak saya lebih tertarik bermain dengan yang namanya basah-basahan dan kalau kotor yaa kotor sekalian. Kalau sudah bosan, ya tinggal cari permainan lain dan mamanya yang bersih-bersih. Untuk waktu bermainnya sendiri supaya tidak capek dua kali, saya biasa mengajak Nami bermain sensory play ini sebelum mandi sore serta mood anak dan saya sedang bagus. Kebayang kan kalau mood salah satu dari kami tidak bagus, yang ada akan permainan ini akan seperti infinity war dan malah modyaaaarr 🤣

Iklan

Review Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water & Nivea Makeup Clear Micellar Water

Buat yang suka makeupan pasti udah nggak asing lagi dong ya sama Micellar Water. Termasuk aku. Dulu tahunya kalau selesai makeupan paling bersihin muka cuma sama facewash, kalau emang lagi rajin pakai susu pembersih dan toner. Nah, sekarang Aku seneng banget sekarang makin banyak Micellar Water drug store yang mudah dicari dan harganya terjangkau. Menurutku Micellar Water ini salah satu rangkaian membersihkan wajah dari makeup yang ringkas tapi hasilnya bener-bener memuaskan. Pasti tahu kan ya makeup yang menempel terlalu lama di wajah apalagi kalau malas dibersihkan akan menutup pori-pori, jika bercampur dengan minyak, debu dan bakteri tentu akan menyebabkan munculnya komedo serta jerawat dan efek jangka panjangnya lagi bisa mempercepat proses penuaan dini.

Kali ini aku akan mereview dua produk Micellar Water yang beberapa bulan ini sudah aku gunakan. Semoga reviewnya bermanfaat ya..

Nivea Makeup Clear Micellar Water

Jujur, aku kurang suka dengan hasil produk ini karena tidak bisa membersihkan sisa makeup waterproof dengan baik. Aku harus mengaplikasikannya. Salah satu contoh beberapa kali di bagian bibir untuk membersihkan lipmatte. Tapi untuk produk yang tidak waterproof menurutku hasilnya cukup baik untuk membersihkan sisa makeup. Sensasi yang dirasakan saat menggunakan Nivea Makeup Clear Micellar Water ini sangat nyaman karena tidak mengandung alkohol. Untuk harganya sangat terjangkau yaitu sekitar Rp 45,000 an dan dapat ditemukan di drug store atau minimarket.

Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water

dsc_06611175361723.jpg

Ini adalah Micellar Water yang paling aku suka,karena bisa membersihkan makeup waterproff baik itu eyeliner, lipmatte maupun mascara. Dari pertama kali aku mencoba produk ini, sisa makeupku benar-benar terangkat semua. Rasanya sangat nyaman digunakan karena tidak menimbulkan efek panas dan pedih di kulitku. Mungkin karena free alcohol yang terkandung di dalamnya. Aromanya juga menyegarkan. Walaupun mengandung minyak argan, namun ketika mengaplikasikannya ke wajah tidak meninggalkan rasa berminyak di wajah. Hanya dengan menekan sedikit di bagian bibir atau alis mata lalu diusap, sisa makeup benar-benar terangkat. Dan yang paling penting mudah didapatkan di minimarket atau drugstore terdekat. Untuk harganya sangat terjangkau yaitu sekitar Rp 40,000 – Rp 50,000.

Pengalaman Menyapih dengan Metode “Weaning With Love”

 

 

 

 

 

Weaning With Love bermakna Proses Menyapih buah hati dengan cinta. Artinya, proses menyapih ini dilakukan tanpa paksaan baik itu bagi si Ibu maupun si Anak. Si ibu bisa memilih waktu yang tepat untuk Menyapih si kecil dan si kecil sudah siap disapih dalam kondisi yang sehat dan hati yang gembira. Metode inilah yang coba aku pakai ketika memutuskan untuk menyapih Namika tepat di usianya yang menginjak dua tahun.

Tadinya aku sendiri sempat ragu karena melihat sikap Namika yang sedikit tempramen, tidak suka dipaksa sehingga susah diatur. Aku juga sempat menanyakan metode apa yang teman/kakak/ sepupuku lakukan ketika melakukan proses menyapih anaknya. Beberapa metode yang aku dengar cukup ekstrim dan aku kurang setuju karena seperti caranya ada yang seperti membohingi anak. Padahal, hal demikian aku usahakan tidak aku lakukan kepada anakku. Tapi dengan penuh keyakinan aku mulai melakukan metode sounding Weaning With Love ini dua bulan sebelum usia Namika menginjak dua tahun.

Setiap malamnya, sebelum tidur aku selalu membisikkan Namika jika nanti saatnya tiup lilin itu artinya Namika sudah tidak menyusu lagi denganku dengan alasan Namika sudah semakin besar dan semakin pintar. Supaya Namika tetap kenyang Namika bisa ganti dengan susu UHT, sufor dan makanan makanan seperti orang dewasa. Itu aku lakukan selama proses menyusui malam hari ketika Namika ingin tidur. Aku juga mulai mengurangi frekuensi menyusui yaitu hanya pada malam hari saja, mulai mengenalkan susu UHT dan sufor sejak usia 1,5 tahun dan membuat makanan ringan di rumah karena Namika cenderung lebih suka ngemil ketimbang makan makanan berat.

Ntah, kenapa tepat di usianya yang menginjak dua tahun satu minggu, tiba-tiba Namika benar-benar stop sendiri menyusu, memang empat lima hari kemudian dia mendadak minta ‘yuyu’ atau yang artinya susu, tapi dengan senyuman aku mengingatkan Namika kalau dia sudah tidak menyusu lagi denganku. Dan tanpa embel-embel drama bombai, Namika langsung pergi bermain lagi dengan sepupunya. Jadi, benar-benar proses yang dimudahkan oleh Allah tanpa membohongi anak dan tanpa drama. Walaupun ya kadang aku sendiri suka rindu pada proses menyusui ini karena aku benar-benar merasa ada ikatan batin luar biasa ketika menyusui Namika langsung selama dua tahun ini 🙂

SKINCARE & MAKEUP EMPTIES

Hai !

Kali ini aku akan mereview produk skincare dan makeup apa aja yang selalu aku repurchase. Kenapa aku repurchase ? karena produk-produk tersebut cocok untuk kulitku saat ini. Beberapa memang sudah aku gunakan sejak pertama kali mencoba dan ada beberapa yang aku beli karena aku nggak cocok dengan produk sebelumnya . So, langsung aja ya 🙂

Laneige Cushion BB Cream Pore Control

Walaupun casenya Laneige Snow BB Shooting Cushion tapi refill yang aku pakai saat ini adalah Laneige Cushion BB Cream Pore Control. Kok ganti ? Soalnya untuk varian sebelumnya ini aku udah nggak menemukannya lagi, jadi aku menggantinya dengan varian pore control yang menurutku cocok-cocok aja di kulit wajah dan aku belum mau menggantinya dengan bb cream merk lain. Aku sudah tiga tahun menggunakan Laneige Cushion BB Cream ini karena tekstrunya yang cukup mengcoverage seluruh wajahku dan terasa ringan dipakai seharian.

 

Wardah Eyeexpert Staylast Liquid Eyeliner

Ini adalah eyeliner cair pertamaku sejak delapan tahun yang lalu dan aku nggak berniat untuk menggantinya dengan merk lain. Alasannya karena aku suka dengan tekstur cairnya yang cepat kering, tahan lama, pigmented dan sangat mudah dibersihkan hanya dengan air biasa.

 

NYX SOFT MATTE LIP CREAM

Ini juga salah satu lip cream dengan  finishing matte yang pertama kali aku coba dan aku jatuh cinta sampai saat ini. Aku pertama kali mencobanya sekitar empat tahun lalu. Aku cinta banget sama teksturnya yang creamy . Kekurangannya hanya satu warna nude nya sendiri kurang pigmented sehingga diperlukan 2 sampai 3 lapis. Shade yang selalu aku pakai sampai saat ini adalah shade Abu Dhabi. Sebelumnya aku memakai shade London dan Instanbul. Oh iya, sekarang banyak banget replika dari NYX SMLC ini di online shop. Jadi, aku sarankan lebih baik beli di counternya langsung ya..

 

WARDAH EXCLUSIVE MATTE LIP CREAM

Lip cream yang menawarkan hasil akhir matte ini adalah lip cream yang aku repurchase lebih dari 5 kali dengan beberapa diantaranya karena aku mencoba warna baru yang mendekati warna yang sampai saat ini aku pakai. Shade yang aku pakai adalah nomor 1 (ini aku gunakan jika ingin tekstur ombre di bibir), nomor 11 dan nomor 13. Aku suka sekali dengan lip cream dari Wardah ini karena menurutku kriteria lip cream yang bagus menurutku itu bener-bener lengkap, diantaranya : teksturnya ringan di bibir, pigmeted bahkan untuk warna nude dan  terkahir mudah dibersihkan. Untuk harga affordable banget dan mudah ditemukan di counter-counter wardah supermarket atau mall.

 

WARDAH EYEBROW PENCIL

Lagi-lagi produk dari Wardah yaa. Yup ! aku suka banget sama pensil alis Wardah ini karena teksturnya yang creamy, pigmented dan sudah ada aplikator sikat di tutupnya yang ringkas sehingga nggak perlu lagi sikat alis tambahan (*ini menurutku ya).

 

SKINCARE ITEMS

Garnier Pure Active Facial Foam

Produk yang termasuk ke dalam kategori skin care ini sudah aku gunakan sejak kuliah. Sebelumnya memang aku menggunakan salah satu produk dari Pond’s, tapi ntah kenapa saat itu produk pond’s tidak cocok lagi di wajahku sehingga aku beralih ke produk Garnier dan alhamdulillh sampai sekarang aku gunakan. Produk Garnier yang aku gunakan pertama kali adalah facial foam pure active – tube warna merah, karena udah nggak ada lagi sekarang aku menggantinya dengan varian matcha dan ternyata cocok di kulit wajahku yang memang berminyak.

 

SK II Facial Treatment Essence

Sepertinya produk ini udah nggak asing lagi karena sudah pernah aku review di tulisanku sebelumnya. aku sudah mengunakannya sejak di bangku kuliah. sempat stop satu tahun kemudian. Lalu  setelah positif hamil dan hormon kehamilan mulai berimbas ke kulit wajahku akhirnya aku menggunakan produk ini kembali karena menurutku ini produk yang aman selama kehamilan setelah bertanya dengan SPG produk SK II lalu berkonsultasi ulang dengan dokter kandungan. Sampai saat ini aku masih menggunakannya 2 kali sehari dan sebelum menggunakan makeup.

OKE, demikian beberapa produk skincare and makeup empties versiku. Semoga menambah referensi bacaan kalian tentang skincare dan makeup products ya. see you !

#MODYARHOOD Urusan Domestik Sepele Tapi Bikin Senewen

Akhirnya saya bisa nyolong buat nulis lagi. Kali ini saya mau curhat sedikit tentang kehidupan berumah tangga yang sebagian anak muda bilang kalau menikah dan punya anak itu enak. Padahal ketika menikah kita pasti akan dihadapkan dengan persoalan pelik berumahtangga termasuk diantaranya urusan domestik yang kali ini akan saya bahas.

#TIMGAKPAKEART

Saya adalah #TIMGakPakeART sama seperti Mama Lilo. Selama 3 tahun lebih pernikahan dan dikaruniai seorang ‘Princess’ yang polah bocahnya malah Rock n Roll saya masih betah melakukan pekerjaan domestik sendirian dengan segala keriwehannya. Pemikiran saya saat ini karena saya lebih puas dengan hasil kerja sendiri. Saya menuntut kesempurnaan dalam hasil pekerjaan walaupun sebenernya yang sempurna itu hanya milik Allah SWT dan Bunda Dorce (*Show…show..shoooooooow!) #apasih.. Yup!  Misalnya, kalau lagi nyapu atau ngepel saya bener-bener pengen hasilnya kelihatan bersih sampai ke sudut dinding. Intinya saya nggak mau kerja asal-asalan walaupun cuma nyapu. Kalau nggak, saya bisa bete banget. Begitu juga saat mencuci pakaian, membersihkan kamar mandi dan lain-lain. Dalam hal menuntut kesempurnaan inilah akhirnya saya memilih untuk mengurus pekerjaan domestik sendiri tanpa dibantu ART.

Hal lain yang menjadi pertimbangan saya belum dibantu ART dalam urusan pekerjaan domestik adalah hasil curhatan tetangga yang saya dapat setiap minggu sore saat ngajak anak saya main di luar. Mereka, selalu curhat soal gonta-ganti ART atau hasil kerja ART mereka yang kerjanya kurang maksimal, tapi mereka juga tidak ada pilihan lain karena mereka juga harus bekerja. Saya sedikit paham dengan curhatan tetangga saya ini karena rata-rata ART di tempat tinggal saya ini merangkap pekerjaan mengasuh anak-anak mereka (ini hasil interview saya kalau lagi ngobrol sama ART). Kalau sudah begini, sebenarnya wajar kalau ART juga kewalahan, saya aja yang ibu rumah tangga beranak satu aja masih suka modyar ngurus pekerjaan domestik di saat yang bersamaan anak lagi super manja. Balik lagi cuhatan tetangga saya soal ART, tetangga saya curhat kalau harus cari ART lain lagi butuh waktu yang lama, sementara di Jakarta mereka tidak ada keluarga lain yang bisa dimintai tolong sementara untuk menjaga anak-anak mereka. Nah, alih-alih pikiran lebih segar ngumpul dengan tentangga, saya makin parno soal ART. Ditambah lagi kasus-kasus di televisi atau media sosial tentang kelakuan ART yang nyeleneh, seperti mencuri, menculik anak majikan dan lain-lain. Duh,  jangan sampai deh saya mengalami.  Tapi, walaupun begitu saya masih optimis kalau suatu saat saya nambah anak, saya harus punya ART di rumah yang bisa bantuin saya. Tentu saya harus lebih selektif lagi dalam memilih sesuai dengan kriteria yang saya mau denga berbagai pertimbangan yang saya dapat dari curhatan tetangga dan curhatan ART tetangga saya.

Lalu, bagaimana saya dan suami mengatur pembagian tugas domestik rumah tangga? Jawabannya nggak ada. Hampir semua urusan domestik saya yang mengerjakan. Berharap pada suami yang sebulan full hanya sabtu-minggu ada di rumah dan sisanya di kota lain adalah hal yang mustahil. Senin sampai Jumat sudah kemana-mana lalu sampai rumah dia harus ikut membantu urusan domestik?  Wow, bisa-bisa dia jungkir balik. Ya walaupun saya sebenernya juga pengen dia bantu-bantu seridhonya, minimal weekend dia yang membuat sarapan atau mengepel.

Dari segala macam persoalan urusan domestik yang harus saya emban sendirian tanpa ART ini, saya punya cara sendiri supaya saya tetap waras, yaitu tidak mengerjakan pekerjaan rumah setiap hari dengan rutinitas yang sama. Misalnya, saat ada jadwal mencuci pakaian, saya tidak hanya mencuci semua pakaian kotor saja, sembari mesin cuci mencuci pakaian saya, biasanya saya sekalian ganti seprai, ganti keset kaki,  ganti lap dapur. Tujuannya supaya bisa sekalian saya cuci. Setelah pakaian semua kering, di hari yang sama saya akan langsung setrika pakaian yang memang harus disetrika. Jadi, saya tidak mencuci setiap hari. Lalu, hari berikutnya, mungkin saya hanya akan fokus merapikan isi lemari dan kamar mandi saja. Sehingga saya masih ada waktu me time di hari berikutnya dan punya waktu lebih banyak bermain dengan anak. Ya, paling yang saya lakukan setiap hari adalah masak menu anak, merapikan kamar, nyapu, ngepel dan merapikan mainan anak. Karena suami jarang di rumah, untuk menu makan saya sendiri, saya tidak ambil pusing karena saya bisa makan apa saja. Berbeda dengan suami yang harus lengkap lauk pauk,  buah dan wajib ada sayur. Sementara kalau weekend biasanya suami memang suka tratir makan di luar atau go-food kalau saya males keluar rumah.

Ada hal yang tidak luput saya perhatikan saat melakukan pekerjaan domestik yaitu menjaga mood anak . Tujuannya supaya pekerjaan domestik saya mencapai target di hari itu. Saya akan bilang ke anak kalau hari itu saya sedikit sibuk, jadi saya minta waktu lebih banyak untuk bekerja dan sesekali melihat anak saya bermain. Supaya anak tetap anteng saya akan sediakan minuman, cemilan dan tayangan 3D Nursery Rhymes for Baby.  Biasanya anak saya akan mengerti sih, walau terkadang jika sudah bosan juga bermain sendirian biasanya saya yang memang akhirnya mengalah sebentar 🙂

 

REVIEW WARDAH WHITE SECRET Pure Treatment Essence

Sekarang aku mau me-review salah satu produk terbaru dari Wardah Cosmetic White Secret yang baru satu minggu ini aku gunakan yaitu Wardah White Secret Pure Treatment  Essence yang menurut ku mirip dengan SK II FTE yang aku gunakan. Aku cukup penasaran karena ini adalah satu produk dari rangkaian Wardah Cosmetic White Secret dalam bentuk cairan karena setahuku beberapa produk dari Wardah memang berupa cream dan serum. Salah satu alasan ku kenapa aku sangat ingin mencobanya karena selama ini aku selalu memiliki kendala dalam penggunaan skincare berbentuk cream karena kulitku yang lebih sensitif pasca melahirkan, jadi setiap penggunaan skincare dalam bentuk cream kulitku lebih gampang berjerawat dan berutusan dan aku merasa kulitku lebih cakey. So, sebisa mungkin memang aku menggunakan skincare berbahan dasar air seperti SK II FTE yang memang sudah aku gunakan sejak 2 tahun yang lalu. Selebihnya memang aku lebih suka merawat wajahku dengan menggunakan facemask. 

Oke, langsung aja ya aku mulai dengan kesan pertamaku pertama kali menggunakan Wardah White Secret Pure Treatment Essence ini adalah berutusan di sekitar hidungku yang merupakan bakal calon jerawat kempis dalam satu kali pemakaian. Ini aku rasakan ketika di hari pertama penggunaan produk ini. Waktu itu aku mengaplikasikannya sebelum tidur tanpa menggunakan SK II FTE terlebih dahulu. Dari segi kelembaban aku belum merasakannya karena memang aku masih baru menggunakan produk ini selama satu minggu. Tapi kesan pertamaku ketika diaplikasikan ke kulit ada sensasi dingin. Teksturnya sedikit berbeda dengan SK II FTE seperti air yaitu sedikit kental seperti  gel tapi tidak lengket di kulit. Kemasannya sangat simpel. Walaupun sekali lagi mirip dengam SK II FTE tapi ada satu yang membedakan pada produk ini yaitu kemasan botolnya yang ternyata berupa botol plastik ukuran 100 ml, jadi menurutku jika travelling ini lebih aman dibawa ketimbang SK II FTE yang dikemas dalam botol kaca sehingga rawan sekali pecah. Apalagi seperti aku yang memiliki bayi, ini sangat aman jika tidak sengaja dimainkan si kecil (*karena sudah 2 kali skincareku yang kemasan kaca pecah karena dibanting Namika). Untuk harga menurutju cukup worth it yaitu berkisar di harga Rp 111rb – 130rb. Sebenarnya ini di kemas lagi dalam kotak, tapi karena sudah rusak dimainkan Namika jadi sudah aku buang. Untuk ukurannya memang hanya 100 ml, tidak seperti SK II FTE yang banyak memiliki ukuran (*mulai dari 30 ml, 75 ml, 160 ml, 210 ml, 230 ml sampai 330 ml)

Karena aku tidak merasakan hal yang mengganggu selama menggunakan produk ini, mungkin aku akan terus menggunakan produk ini sampai satu bulan ke depan dan akan aku review secara keseluruhan..

Well, setelah satu hulan lebih aku menggunakan produk ini menurutku hasilnnya tidak terlalu signifikan ya.. Jadi, kembali lagi sih ke kondisi kulit wajah masing-masing. Mungkin di beberapa orang akan kelihatan hasilnya. Selamat mencoba 🙂

[RESEP] NUGGET TEMPE SIMPEL

Dalam sehari kalau lagi kosong biasanya aku stok menu simpel untuk disimpan di freezer, supaya kalau lagi males masak tinggal ambil terus goreng (biasanya lauk). Kali ini aku sempetin bikin nugget tempe sederhana, karena orang di rumah ini kurang suka kalau tempe dibikin menu mainstream misalnya tempe goreng, mendoan, tempe kecap pedaa, atau tempe balado. Jadi, ya diolah sedikit biar sedikit mewah sih ya. Hehee.. Oke, silakan dicoba resep sederhana ala Mama Nami 🙂

Bahan-Bahan :

– Tempe 1 papan ukuran sedang

– Seledri 2 batang, cincang halus

– Telur 2 buah. Pisahkan kuning & putih telurnya

– Pakcoy 1 bongkol ukuran kecil (aku ambil dari kebun akuaponik sendiri), cincang halus

– Bawang merah 4 siung, cincang halus

– Kaldu ayam homemade 1 sdm

– Royco 1 bungkus

– Gula dan garam masing-masing 1/2 sdt

– Keju chedar parut 1 sdm

– Tepung panir/ tepung roti secukupnya untuk melumuri nugget tempe nanti

– Minyak Goreng secukupnya untuk menggoreng

 
Cara Membuat :

1. kukus tempe selama 5 menit, sampai empuk. Setelah agak dingin haluskan.

2. Campurkan semua bahan seperti kuning telur, Seledri, bawanh merah, pakcoy, keju, garam, gula, kaldu ayam dan tempe kukus yang sudah dihaluskan tadi

3. Bulatkan tempe seperti nugget sedikit dipipihkan

4. Celupkan satu persatu nugget tempe yang sudah dibentuk ke dalam putih telur yang dipisah dengan kuning telur tadi

5. Lanjutkan lumuri nugget ke dalam tepung roti/panir

6. Bisa langsung digoreng dengan minyak panas sampai kuning keemasan lalu angkat. Sajikan.

* porsi 20 potong nugget

[RESEP] RISOL BINTANG 4

Hari ini aku akan share salah satu cemilan Namika yaitu Risol Bintang Empat 🌟 🌟 🌟 🌟 . Tapi kadang aku jadiin menu makan siang/malam saat dia lagi GTM atau bosan makan nasi.. Silakan dicoba 🙂

Bahan-bahan :

– Kulit Risol yang sudah jadi (bisa beli di supermarket atau pasar tradisional)

– Wortel 1 buah ukuran sedang

– Kentang 1 buah ukuran sedang

– Kuning telur 1 butir, putihnya untuk perekat

– Seledri 2 batang

– Bawang merah 2 butir, cincang halus 

– Bawang putih 1 butir, cincang halus

– Kornet sapi rasa original 1/2 bungkus atau 1 sdm

– Tempe kukus 1 slice

– Garam dan Garam secukupnya 

– Kaldu bubuk homemade rasa sapi 1 sdm

– Tepung panir secukupnya

– Minyak Goreng untuk menumis (jika tidak ada olive oil atau margarin)

 

Cara  membuat :

1. Kukus Wortel,tempe dan kentang 5-10 menit. Ini aku lakukan supaya bisa dikunyah Namika karena gigi gerahamnya belum tumbuh. Jika sudah lembut, dinginkan sebentar

2. Tumis bawang merah, bawang putih sampai harum. Lalu masukkan kuning telur, Kornet sapi, Wortel, kentang dan kuning telur sampai tercampur rata

3. Masukkan Seledri, kaldu bubuk homemade, gula dan garam. Cek rasa. Jika sudah matang. Dinginkan sebentar.

4. Masukkan isian tadi sebanyak 1 sdm tiap lembar kulit Risol, untuk merekatkan masing-masing sisi oleskan dengan putih telur tadi. Setelah kulit Risol dibentuk balurkan dengan putih telur lalu lumuri dengan tepung panir

5. Panaskan minyak goreng. Goreng Risol dengan api sedang sampai warnanya kuning keemasan. Angkat. Sajikan

* porsi 10 potong risol

[RESEP] TAHU GORENG MEDAN

Karena suami asli Medan jadi aku memang dituntut harus tahu makanan/jajanan khas orang Medan. Hari minggu yang cerah ini tiba-tiba suami minta dibikinin salad yang pake kecap (katanya), dan anehnya aku disuruh Google sendiri resepnya, pokoknya bahan sayurannya sama kayak pecel cuma saus /kuahnya bukan dari kacang tanah. Oke sip, aku cari-cari deh di Google dan ternyata banyak banget kumpulan resepnya sampe bingung. Akhirnya bermodal baca sekilas aku racik sedikit-sedikit pake naluri keibuanku #caileh.. Nih ya resepnya.. Selamat mencoba 🙂


bahan-bahan :

1 ikat daun selada, diiiris ukuran sedang

2 buah timun, rajang kasar

2 genggam tauge, rebus/kukus sampai layu

Bawang goreng

5 buah tahu, digoreng sebentar

Bumbu kuah :

Gula merah 1 1/2 potong, atau sekitar 75 gram

Garam 1 1/2 sdt

Kecap asin 1 sdt

Kecap manis 3 sdm

Air matang 700 ml

Bumbu Halus :

Bawang putih 4 siung

Cabai rawit 12 buah

Cabai merah 3 buah

 

Cara membuat :

1. Masukkan gula merah , kecap manis,kecap asin, bumbu halus, garam ke dalam air sebanyak 700 ml hingga matang. 

2. Campurkan sayuran seperti selada dan timun yang sudah dibersihkan sebelumnya beserta tauge kukus/rebus dan tahu goreng

3. Siram kuah kecap tadi di atas sayuran yang telah dicampur. Taburkan bawang goreng. Siap disajikan

(+) bisa ditambah dengan kerupuk supaya ada sensasi renyahnya

* untuk 4 porsi

[REVIEW] KAMILLOSAN OINMENT 10 gram vs MOTHERCARE IT’S YOUR BODY NIPPLE CREAM 75 ml

So, hari ini aku bakal review 2 produk nipple cream yang akhir-akhir ini aku pakai. Aku akan kasih tahu produk mana yang paling aku suka sejauh ini. Oke let’s see..

Ibu-ibu yang memutuskan untuk memberika ASI Eksklusif untuk anaknya pasti udah nggak asing sama yang namanya nipple cream karena rata-rata pasti pernah mengalami masalah PD luka akibat lecet, kering akibat kesalahan pelekatan saat menyusui. Nah.. ini biasanya dialami ibu-ibu yang baru belajar menyusui. Aku waktu itu sempat mengalami luka pada PD di awal belajar menyusui Namika sampai dua minggu. Rasanya bener-bener nggak bisa diungkapkan lagi deh. Sempet putus asa dan ingin sekali memutuskan memberikan Namika susu formula saja karena ngerasa nggak nyaman ditambah aku senpat mengalami baby blues. Atau seperti yang sekarang sedang aku alami yaitu saat Namika tumbuh gigi. Karena sedang teething Namika jadi lebih sering ngempeng langsung dan itu lama banget bisa sampai satu jam atau lebih. Hal demikian jelas bikin PD aku nyeri, lecet dan pecah-pecah. Padahal aku udah berusaha untuk ngajarin Namika kalau gusinya gatal Namika bisa gigit-gigitin aja teether yang segambreng-gambreng udah aku beliin saat itu. Banyak banget teether yang aku beli. Mulai dari yang berbahan kain, karet sampai silicon. Tapi semuanya sampai sekarang nggak tersentuh sama sekali oleh Namika. Nggak jarang udah tercecer dan hilang karena lebih sering dia lempar kemana-mana 😦

Dari kejadian inilah akhirnya aku mencari cara untuk meminimalisir supaya luka di PD-ku tidak semakin melebar bahkan aku berharap bisa sembuh karena jika dibiarkan proses menyusui akan semakin tidak maksimal. Akhirnya aku mencoba cara untuk mengobatinya salah satunya dengan nipple cream. Nipple cream ini sebenarnya adalah soothing cream yang mengandung vitamin E dan minyak zaitun. Bahan ini dipercaya untuk melembabkan PD sehingga PD tidak mengalami kekeringan dan lecet selama menyusui. Untuk nipple cream yang pernah aku gunakan akhir-akhir ini adalah Kamillosan Oinment 10 gr dan Mothercard it’s your body nipple cream. 

1. Kamillosan Oinment 10 gr

Aku mendapatkan produk ini di salah satu apotek. Waktu iti aku emang sempet nanya dengan salah satu apoteker di sana nipple cream mana yang bagus untuk mengurangi masalah umum PD lecet saat menyusui. Dan apoteker tersebut memberikan aku ini karena mereka bilang ini ‘paling bagus’. Harganya saat itu sekitar Rp 70 ribu. Cara pemakaiannya dengan dioleskan ke puting PD yang luka. Dan dibersihkan saat hendak menyusui dengan kain lembut yang sudah dibasahin dengan air hangat. Untuk hasilnya sejauh ini tidak membuahkan hasil pada PD-ku. Karena tidak memberikan efek soothing dan melembabkan. Bahkan luka PD-ku semakin melebar. Sehingga akhirnya aki mecari produk lain. 

2. Mothercare It’s Your Body Nipple Cream 75 ml

Produk ini aku beli (tepatnya oleh-oleh dari suami) setelah dia mendapat rekomendasi dari teman-teman kantor yang juga mengalami/ pernah merasakan hal yang sama ketika menyusui. Mereka mengatakan produk ini yang paling ampuh.  Suami memang ada inisiatif untuk membelikannya karena ia cukup nggak tegaan ngeliat aku sering meringis kesakitan bahkan menangis menahan perih setiap menyusui Namika. Dan, aku suka banget sama produk ini karena benar-benar memberikan hasil yang memuaskan bahkan diawal pemakaian produk. Yang aku rasakan, PD-ku jadi lebih lembut dan sedikit mengalami perih saat menyusui. Bahan utama produk ini mengandung Minyak Zaitun dan Vitamin E. Aku suka produk ini karena Ketik penggunaannya kita tidak perlu lagi membersihkan PD dengan air hangat saat hendak menyusui sehingga produk ini cukup aman jika tertelan oleh bayi*. Penggunaannya cukup dioleskan tipis di sekitar area PD. untuk harganya sekitar Rp 159 ribu, cukup terjangkau dan hasilnya memuaskan. Dan sepertinya ini akan jadi andalanku dan aku akan repurchase. Karena ini bagian dari produk mothercare, jadi yang ingin mendapatkannya bisa langsung ke counter-counter mothercare.  Untuk daerah Jakarta dan sekitarnya yang aku tahu ada di PIM 2 level 2, Bintaro Xchange level 1 dan Kemang medical care – Rumah Sakit Ibu dan Anak ground floor. Kebetulan suamiku membelinya di Kemang Medical Care Rs Ibu dan Anak karena dekat dengan kantor.

*beberapa produk nipple cream biasanya memang mengandung bahan yang aman jika tertelan, sehingga tidak jarang selama pemakaiannya tidak perlu dibersihkan terlebih dahulu saat hendak menyusui.